pertama kali kutatap wajahmu, ada gentar yang menusuk di kalbu. saat itu,hanya suaramu yang bisa melunakkan mimpiku , meskipun tawamu nampak bahagia ,, mengapa bening mata itu bersalut duka ? andainya kau perna terluka izinkan aku mengubatimu . namun jawapanmu sering menyongsang makna. tinggal harapanku tergapai-gapai .kau biarkan begitu saja .
No comments:
Post a Comment